-->

Punk Review

Blog Punk Review berisi sinopsis film, review dan preview juga menyertakan Video Trailer sehingga para pembaca akan lebih terhibur dan informasi yang saya sampaikan akan lebih mengena.
Film yang direview maupun dibuat sinopsisnya oleh juragan Punk Review adalah film yang sudah pernah dia tonton. sehingga sinopsis dan review pada blog ini adalah secara subyektif. Namun jika preview film, admin blog Punk Review mengambil dari sumber-sumber yang terpercaya seperti forum perfilman, situs resmi film tersebut. Sehingga informasi yang ditulis terpercaya.
superman-punk-review

Berikut adalah contoh arikel  dari blog Punk Review.

1. The Terminal (2004)

Apa kabar, Film berikut ini akan sangat menghibur kita di tengah-tengah hiruk-pikuknya keadaan di sekitar kita. Film bergenre drama komedi dan cenderung satir yang diproduksi tahun 2004 ini terinspirasi oleh kisah nyata seorang pengungsi Iran, Mehran Karimi Nasseri yang tinggal di Bandar Udara Charles de Gaulle, dekat Paris sejak 1998 karena bukti pengungsinya dicuri.
Meski disutradarai oleh spesialis film fiksi-ilmiah, Steven Spielberg, The Terminal tidak mengecewakan sebagai film drama.
Dibintangi oleh aktris Catherine Zeta-Jones dan aktor peraih Piala Oscar, Tom Hanks, film ini tidak bisa dilewatkan begitu saja, terutama bagi penggemar drama. Karakter Viktor Navorsky yang dibawakan Tom Hanks terlihat natural dan mengesankan. Dengan kepolosan dan kecanggungan Viktor, Tom Hanks seakan mengajak penonton untuk menertawakan tingkah laku manusia modern yang nampak semu dan penuh pura-pura.

SINOPSIS

Viktor Navorski (Tom Hanks), seorang warga negara Krakozhia tiba di Bandara Udara Internasional John F. Kennedy di New York City, kebetulan selama penerbangan pemerintahan negaranya digulingkan oleh pemberontak, menolak paspornya dan membiarkannya terperangkap. Hingga sembilan bulan berikutnya, Viktor terpaksa tinggal di bangunan terminal, karena tidak diperbolehkan menginjakkan kakinya di Amerika Serikat ataupun pulang. Pada mulanya, Viktor merasa bahwa keputusan tersebut sangat merugikan, karena durasi visanya yang tidak lama sedangkan usia ayahnya sudah diambang batas. Negosiasi dengan
pihak imigrasi juga ditolak, membuat Viktor harus menerima kenyataan bahwa dirinya telah terdampar di negara yang dianggap sebagai pusat demokrasi dunia.
Kondisi tidak mengenakkan inilah yang mengawali alur cerita The Terminal menjadi lebih hangat. Tingkah polah Viktor mengisi waktu 'terdampar' membuat cerita film menjadi semakin menarik.
Untuk menunjang aktivitas kesehariannya, Viktor mengubah sudut gudang transit barang menjadi ruang pribadinya yang cukup untuk beristirahat dan berganti baju. Selama di bandara, dirinya mencoba melakukan kerja-kerja sederhana namun seringkali luput dari perhatian orang. Menjadi cleaning service dadakan juga pramusaji restoran fastfood dijalani tidak hanya untuk sepeser receh namun penuh dedikasi. Kepolosan Viktor dalam memandang suatu hal membuat dirinya dinilai unik menurut orang-orang di sekelilingnya.
Sering melakukan tindakan yang dianggap konyol membuat dirinya mudah dikenal oleh lingkungan sekitar gudang. Keunikan sosok Viktor inilah membuat seluruh karyawan dan pekerja di lingkungan bandara mudah mengenalnya, terutama sebagai sosok yang penuh dedikasi. Di samping dedikasi karakter Viktor juga mudah berkomunikasi yang memungkinkan dirinya akrab dengan siapa pun, tak terkecuali dengan pramugari cantik, Amelia Warren (Chaterine Zeta-Jones), sementara dirinya diawasi oleh Petugas Imigrasi Frank Dixon (Stanley Tucci),
yang ingin "kasus Navorski" secepatnya berakhir.
Suatu hari, Viktor menerangkan kepada Amelia bahwa tujuan kunjungannya ke
New York City adalah untuk mendapatkan sebuah otografi pemain saksofon tenor
jazz Benny Golson. Ayahnya, yang telah meninggal, merupakan seorang penggemar jazz. Ia telah melihat foto "Great Day in Harlem" pada sebuah suratkabar Hungaria tahun 1958, dan bertekad mendapatkan otografi kesemua 57 musisi jazz yang ditampilkan di foto itu. 40 tahun berikutnya, ia mengoleksi otografi dari setiap musisi, kecuali satu orang: Benny Golson. Viktor ingin mengoleksi yang terkahir untuk memenuhi impian ayahnya tersebut.
Beberapa bulan kemudian, berita melaporkan bahwa perang di Krakozhia telah berakhir, tetapi Dixon masih tidak mengizinkan Viktor memasuki Amerika Serikat. Amelia memanggil 'temannya', yang sebenarnya seorang staf pemerintah yang telah menikah dengannya dan telah lama menjalani hubungan rahasia, untuk membantu Viktor memperoleh izin bepergian di AS, tetapi Viktor telah mengetahui bahwa Amelia memperbaiki persahabatannya dengan
orang itu selama proses ini.
Untuk membuat masalah ini semakin rumit, Dixon menandatangani formulir pemberian hak menetap Viktor di Amerika Serikat, tetapi menolak, daripada mendeportasinya tanpa alasan. Dengan dukungan teman-temannya, Viktor diperbolehkan meninggalkan bandara. Sebelum Viktor menumpang taksi menuju Ramada Inn, 161 Lexington Avenue, di New York, dimana Benny Golson tampil, ia melihat Amelia keluar dari taksi lain sambil senyum kepadanya. Ia
mendatangi acara tersebut dan mendapat otografi tersebut, yang akhirnya melengkapi koleksinya. Setelah itu, Viktor pulang dengan menumpang taksi, meminta sopir untuk mengantarkannya ke 'rumah'.

Judul: Punk Review
URL : http://misterpunkreview.blogspot.com/
Author: ipunk funfact

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...